Home Kesehatan Kualitas Udara Kota Dumai Kembali Membaik, Kabut Asap Berangsur Hilang

Kualitas Udara Kota Dumai Kembali Membaik, Kabut Asap Berangsur Hilang

Kolaborasi Lintas Sektor Berhasil Atasi Karhutla

137
0
SHARE
Kualitas Udara Kota Dumai Kembali Membaik, Kabut Asap Berangsur Hilang

Keterangan Gambar : indeks standar pencemaran udara (ISPU) turun di angka 83-68 kondisi sedang.

Dumai (kotadumai.my.id) – Udara di Kota Dumai tercatat kembali membaik setelah indeks standar pencemaran udara (ISPU) turun di angka 83-68 kondisi sedang. Jarak pandang yang sebelumnya diselimuti kabut asap berangsur hilang.

Sejak lima hari masuk dalam kategori tidak sehat atau buruk. Kualitas udara ini akhirnya terbilang baik pada hari ini, bahkan selain udara yang membaik asap tebal dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) juga hilang tak terlihat lagi.

Setelah sempat terkurung dalam kepungan kabut asap, warga Kota Dumai akhirnya bisa bernapas lega. Berdasarkan data terbaru yang dirilis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Dumai, kualitas udara di Kota Pelabuhan ini menunjukkan tren pemulihan yang signifikan pada Jumat (27/3/2026). 

Kualitas Udara Menuju Normal. Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Dumai kini tercatat berada di angka 83-68, yang berarti telah turun ke kategori Sedang. Sebelumnya, parameter pencemaran udara sempat menyentuh level "Tidak Sehat" yang mengganggu aktivitas luar ruangan warga.

"Kualitas udara sudah mulai membaik. Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) juga berangsur hilang, menunjukkan kualitas udara dalam kondisi sedang," tulis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dumai dalam keterangan resminya.

Membaiknya kualitas udara ini diikuti dengan normalnya jarak pandang. Ibnu, salah satu warga di dekat lokasi terjadinya karhutla, mengatakan bahwa perih di mata yang sebelumnya dikeluhkan warga kini tidak lagi terasa. Sebelumnya di dekat area karhutla ini jarak pandang hanya 2 meter, sesak dada.

Tinjauan Udara dan Filosofi "Ekosipasi". Di tengah upaya pemulihan ini, Founder Tumbuh Institute yang juga pengamat kebijakan publik, Rocky Gerung, hadir langsung meninjau lokasi karhutla di Kota Dumai. Bersama Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, mereka melakukan pemantauan udara untuk memetakan titik api yang tersisa.

Dalam orasinya yang khas, Rocky menekankan bahwa penanganan karhutla bukan sekadar soal teknis pemadaman.

"Kalau api lahan gambut itu bisa dipadamkan dengan kerjasama. Yang tidak bisa dipadamkan itu hanya api asmara," seloroh Rocky di hadapan awak media.

Ia memperkenalkan konsep "Ekosipasi"—sebuah partisipasi kolektif masyarakat dalam menjaga alam dengan bantuan teknologi. Rocky menegaskan pentingnya kehadiran negara yang maksimal untuk mencegah perluasan lahan terbakar, terutama di tengah ancaman fase akhir El Nino dalam 100 hari ke depan.

Progres Signifikan: Dari 34 Menjadi 8 Titik Api. Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh personel TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, dan para relawan. Bahkan di momen Idulfitri, para petugas ini tetap bersiaga di garis depan.

"Hasil kolaborasi menunjukkan progres yang baik. Kerja sama dan gotong royong adalah kunci utama menghadapi karhutla di lahan gambut yang sulit," ujar Kapolda.

Usai memantau Dumai, rombongan bertolak menuju Pulau Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis. Didampingi Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, dilakukan aksi nyata berupa penanaman pohon geronggang. Sebagai simbol pemulihan ekosistem dan komitmen jangka panjang menjaga lahan gambut.

Meskipun api di permukaan mulai padam, petugas gabungan tetap melakukan proses pendinginan (cooling down) hingga ke lapisan dalam gambut.

(Navolino)